5.27.2013

De Java


Halo Blog, geus lami euy teu ningali maneh (?) #mencobaSunda. Nah, berhubung ini hari pertama gue semester pendek sekaligus hari pengumuman SNMPTN, gue mau ngepost ah apa yang sudah terjadi selama 2 semester di SBM ITB. Lika-liku kehidupan seperti apa sih yang gue jalani dan suka-duka apa yang gue rasakan.

So, let me start. FIRSTLY!!!!!!............................................
gue lupa ih gue ngapain aja. Gimana kalo ceritanya diundur aja haha. Langsung aja ke part akhir yaitu ketika gue berlibur ke Solo, Magetan, dan Yogyakarta bersama sobat-sobat Bandung; yakni Widya Kutu, Shaniq Hippopotamus, Gerry, Nissa dan Firman (mereka baru muncul pas di Yogya), serta Arif. Jadi ceritanya, kami hanya dikasih libur kurang lebih seminggu gitu. Setelah libur, kami harus menjalankan yang namanya SP. Bukan Sapi Perah. Bukan pula Siapa Punya. Apalagi Siska Peyang. Melainkan Semester Pendek, yeah! Nah emang dasar kami adalah deadliner sejati, kami memutuskan mau liburan ke Jawa baru h-1 liburan. Sungguh terburu-terburu pemirsa, bak dikejar Komodo. Nah akhirnya diputuskan bahwa kami pulang dulu ke rumah masing-masing, bertatap muka dengan ortu, cipika-cipiki dengan saudara/saudari, selama 3 hari. Setelah itu caw ke Solo dan nginep di rumah salah seorang sobat yang tempramen meski berbadan atlet. Beliau adalah Muhammad Arif Hidayat.  Pulang pergi naik kereta api, sungguh kami adalah cupu-cupu kereta api, kawan.

Nyampe Solo malem gitu, langsung dibawa makan ke Galabo. Makan sate ayam minumnya es apa gitu lupa yang tradisional gitu pake santan. Abis itu caw buat naik odong-odong warna-warni yang berkilauan bak UFO. Abis itu ngelewatin kawasan Keraton, lalu pulang. Sampai rumah disuguhkan serabi solo.

Hari kedua, kami ke Museum Manusia Purba Sangiran. Setelah berkeliling guna menambah wawasan dan pengetahuan, kami pun menuju Telaga Sarangan yang dingin dan berkabut untuk naik speed boat, lalu lanjut ke Air terjun Tawamangu. Abis itu ziarah ke Makam Soeharto. Keren banget Astana Giri Bangun-nya.  Malamnya kami makan nasi liwet di tempat lesehan gitu. Suka deh!

Hari ketiga, kami ke Magelang untuk mengunjungi tempat mainstream yang tak lekang oleh waktu, Borobudur. Berangkat jam 5 subuh lho biar gak panas-panasan naik ke puncaknya. Setelah bercengkrama dengan stupa, kami pun pergi ke Pantai Sundak, salah satu private beach di Pantai Indrayanti. Disana kami makan siang sekaligus merayakan ulang tahun Shaniq dengan mengguyurnya pake air kelapa lalu diceburin deh. Setelah itu, kami nonton Ramayana Ballet Dance di teater terbuka Prambanan. Seru gerakan-gerakannya. Terus ketemu kakak-kakak tingkat lagi nonton juga pula #teruskenapa. Malamnya balik lagi ke Solo.

Hari keempat adalah saatnya bagi kami untuk kembali ke Bandung, bersiap-siap memulai aktivitas yang tak berujung masanya dan berjuta sensasinya. Hahahaha #ketawasendiri. Sekian.
Tengkorak moyang kita

Muka tak tercontrol ketika ber-speed boat

Menahan silaunya matahahari demi selca di dekat air terjun

The beauty of Tawamangu Waterfall

Berziarah. Kami memang WNI yang berbakti, kami tahu.

Hoyash from Borobudur!

Peaceful!

Enjoy the beach beach beach

Galabo; tempat kami memamah biak

Prambanan Open Theater at night. Yes, we were watching it! 

Ini UFO apa odong-odong

9.16.2012

Gue Masih di Sini, Bengong, dan Tidak Bisa Menemukan Judul yang Tepat.


Gue disini, masih melongo, namun kali ini untuk memendam rasa. Gue melongo setelah menyadari betapa lucu kehidupan disini. Kalau mau dibilang berbeda dari SMA, pastinya. Beda banget sampai terkadang gue takut, gue lagi di dunia mimpi, dunia nyata, atau dunia peri (?). Gue udah punya teman-cukup-dekat disini dan itu membuat gue nyaman. Jujur gue masih sama dengan gue yang dulu, rasa pemalu itu masih ada, masih melekat layaknya tuyul yang menggelendoti majikannya. Gue masih pasif kalau di depan publik, masih suka gak pede dengan apa yang gue punya. Adanya teman-teman baru -yang untuk beberapa hal langsung klop-, jujur gue jadi merasa gak sendiri dan merasa bisa mengarungi fluktuasi drama kehidupan.

Gue cuma mau cerita sedikit, kalau gue disini mau berubah. Gue mau banget buka topeng gue dan dikenal sebagai orang yang asik, bisa diajak kerjasama dan banyak bacot. Kalau kalian belum kenal gue, bertanyalah sama para sahabat di kota Depok dan teman-cukup-dekat di Bandung. Gue cuma pemalu di awal, untuk menjaga image supaya orang gak langsung ilfeel pas pertama kenalan. Untuk selanjutnya? Gue bakal binal sebinal-binalnya bebek binal. Gue petakilan, suka masang muka penuh ekspresi, gak tau malu, suka ngelawak gak jelas. Meski hal demikian tidak berlaku bagi beberapa kondisi seperti: orang baru itu anak tenar, dominan, suka show off, atau jayus. Gue suka nggak bisa nerima orang-orang yang kayak gitu. Bahayanya, kebanyakan anak-anak disini gue rasa demikian. Bukan bermaksud merusak citra anak-anak disini. Mungkin emang kulturnya beda atau emang guenya yang ‘homesick’. Sekolah gue yang dulu isinya anak-anak yang down to earth, humble, and friendly. Sekarang terlalu banyak kepura-puraan. Berpura-pura paling kaya, paling cantik, paling gaul, paling pintar, paling asik, paling ngerti seni, paling bisa bahasa Inggris, paling jago berorganisasi, paling pintar main alat musik, paling bisa matematika bisnis, paling bisa public-speaking. Padahal? Yah, tebak sendiri.

Back to topic, gue intinya mau berubah menjadi lebih proaktif, lebih membuka jati diri gue sebagai seseorang yang (sebenarnya) bisa diandalkan, yang selera seninya bagus, yang suka kepanitiaan, yang suka paduan suara dan orkestra, yang pintar, yang suka egois, yang cinta matinya adalah K-POP. Tidak hanya itu, gue juga mau berubah untuk lebih mengerti anak-anak yang ‘fake’ tadi. Bagaimana pun menjadi ‘fake’ adalah hak mereka dan mereka adalah partner belajar gue disini. Gak mungkin gue mau jadi proaktif tapi sama mereka gue jadi ansos. Itu gak mungkin layaknya mencium jidat sendiri.

Eh tapi jangan salah ya, orang-orang yang gue bilang ‘fake’ itu emang banyak, tapi yang unmask dan baik juga banyak kok. Mereka adalah cinta baru gue disini. Gue suka sama orang-orang yang sederhana, tidak memamerkan kelebihan atau apa yang ia punya, jujur, dan setia kawan.

Kalau kata Einstein, tidak ada hal yang pasti kecuali ketidakpastian itu sendiri. Bener sih, siapa tau fakers tadi kesandung batu lalu berubah jadi lebih ke depannya atau orang yang gue kenal sebagai sosok yang sederhana tiba-tiba kesamber kilat dan jadi hedon keesokkan harinya. Who knows? But one thing I’m pretty sure about, is my life will be so colorful here. There will be red, yellow, purple, blue, or even black and I’m about welcoming all of them.

Gue masih disini, bengong, namun merasa lebih baik.
P.S. Happy Birthday Saras my best buddy ever, I fly my hugs for you. Sorry I can't be there to cheer up your day but I believe today will be so blast like a fireworks. God leads!

8.06.2012

Home.

Raga ku mungkin memang ada disini tapi tidak dengan anganku. Anganku melayang, memikirkan perpisahan 'kecil' yang akan aku hadapi. Aku tahu betul aku aneh karena baru mengungkapkannya sekarang. Kemana aku selama ini? Rupanya aku menangis di dalam hati. Sejujurnya aku sedih harus meninggalkan zona nyaman ku selama ini. Aku sedih harus meninggalkan famili, sahabat, segala jenis makhluk yang menemani masa muda ku di kota ini. Meski sepertinya otaku punya kelainan karena tidak bisa mengingat suatu kejadian kecuali merupakan kejadian krusial, tapi memori ini tetap punya rasa. Memori ini punya hati yang bisa merasakan kenyamanan dan kehangatan selama aku muda di sini.

Aku tahu kalian bilang aku cengeng di dalam benak kalian. Aku tahu aku seharusnya tidak begini karena masih banyak orang yang tidak seberuntung aku, entah itu tempat mengenyam ilmu yang lebih jauh atau bahkan belum mendapat tempat. Maafkan aku tapi aku sedih. Rasanya jauh dari kalian itu menyakitkan. Keheningan yang mungkin terjadi itu membunuh. Kehampaan yang terbentang itu menyiksa. Hingga rasanya yang terukir di benak hanya 'aku ingin pulang'. 

Wahai sahabat, aku cemburu ketika kalian ramai sedang aku harus menyendiri. Aku cemburu kalian masih bisa berada dalam naungan hangat orang tua. Aku cemburu ada yang membuat kalian tertawa selain aku. Aku cemburu kalian membunuh waktu tanpa kehadiran ku. Aku cemburu ketika kalian masih bisa bertatap muka dengan saudara/saudari setiap detik. Aku cemburu ketika jarak memisahkan kita.

Tapi aku tahu, bahwa perpisahan ini adalah pilihan. Kita harus berpisah agar masing-masing dari kita bisa mengembangkan potensi dan menjadi kita yang lebih dewasa secara lahiriah dan batin. Aku janji perpisahan ini hanya untuk sementara. Aku janji ketika aku kembali nanti, aku sudah menjadi anak ataupun kakak ataupun sahabat yang jauh lebih baik, yang bisa lebih menghargai kehidupan, dan yang lebih bijak. Aku janji tidak akan pernah mengikis memori yang sudah kita ciptakan belasan tahun. Aku janji akan pulang dengan membawa senyum bagi kalian.


8.01.2012

OSKM ITB 2012


Selamat pagi, salam Ganesha kawan :D *asik deh yang udah resmi jadi anak ITB*. Iya, kemarin gue baru selesai OSKM (Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa) atau mungkin yang masyarakat biasa kenal dengan OSPEK, meskipun hakikatnya OSKM bukan lah OSPEK karena OSKM bukan perploncoan.

Nah, OSKM ini diadakan 5 hari. Selama 5 hari itu kami disuruh nyampe jam 6. Gila tjooyyyy Bandung dingin abis, gue gak bohong. Bener-bener gak ada rekayasa disini. Bayangkan gue mandi jam 5 di tengah siraman hawa dingin yang menusuk kalbu. Untung make jas almamater ITB, kalo enggak, mungkin gue sudah bertransformasi menjadi Yeti yang bau kaki. Trs disini ada istilah-istilah tertentu untuk panitia2nya, seperti Agnibrata untuk sie. Keamanan (semacam yg galaknya gitu :P), Jaya Kirana untuk jadi yang baik2nya, Satya Wibawa untuk sie. Kedisiplinan (kalo yg telat urusannya sama ini nih), Cucakrowo untuk sie. Dokumentasi, Sandya Samana untuk sie. Kesehatan (jadi yang tepar karena sakit/kecapean ke kakak2 ini deh). Terus, kami semua dibagi menjadi 150 kelompok dengan 4 kakak Jaya Kirana untuk satu kelompok. Gue dapet kelompok 121 a.k.a kelompok Friendzone dan kakak2 gokilnya adalah Kak Chris, kak Hasbi, kak Farhan, dan kak Lia. Satu kelompok yang SBM cuma gue doang, sedangkan 19 orang lainnya dari fakultas lain. Kalo gue mau certain semua secara runut pasti bisa berlembar-lembar nih, jadi gue certain yang seru nya aja ya *iya Cha, lu kebanyakan ngomong daritadi sumpah*

Yang seru tuh kelompok gue banyak banget ice breakingnya, tebak2an konyol yang memperbodoh mahasiswa wkwk, salahkan kakak paling cups (re: cupu) sedunia, kak Farhan. Terus pas lagi di Sabuga (Sasana Budaya Ganesha), ada anak FTMD yang nembak cewek di depan umum, di atas panggung wakakakak gebleg. Terus gue baru tau kalo cowok2 FTTM yang notabene macho tuh ternyata banyak fanboy juga, termasuk salah satu teman baru gue dari Jatim, Merdy hahaha. Lalu, suatu hari kami dikasih tugas kelompok kan yaitu membuat timeline sejarah ITB, nah tapi harus dihias alias gak boleh anta, dan gambar Adri anak FSRD bagus banget ya Tuhan ;_; gue menyerah. Terus, gue sekelompok sama Candra anak FTTM yang kalo make sunblock mesti ampe buka kancing baju atas dulu, anjrit lu Can wkwk. Terus juga sekelompok sama 3 makhluk gila dari FTI: Stepjo, Adit, dan Tami. Awal mulanya Tami tuh pendiem, tapi setelah dicuci otak sama Stepjo dan Adit, ia pun berubah menjadi kucing garong. Yang seru tuh pas harus ketemu sama massa kampus, kita harus lari-lari menelusuri ITB dimana semua mahasiswa tingkat 2 keatas tuh ngumpul bejibun terus kayak ngeledekin kita, contoh: “kalian tuh bukan calon pemimpin global tapi pemimpin gombal”, “bangga lo masuk ITB?”, “lari gitu aja lo lelet gimana mau lari ngejar cita-cita?”. Semacam begitu -_- gila itu rame banget kayak pasar isinya ledekan semua tapi bagi gue itu seru, gue merasa tertantang *ceh. Terus pas hari terakhir, kami ketemu lagi sama massa kampus, bedanya mereka sekarang benar-benar menghujani kami dengan pertanyaan-pertanyaan dan kami harus jawab itu semua. Tapi tentunya, gaya nanya mereka gak yang nyantai penuh kasih saying melainkan dengan “urat” dan penuh dengan kata-kata “JAWABAN KAMU GAK REALISTIS” atau “SAYA KURANG PUAS DENGAN JAWABAN ITU” atau “JANGAN BERTELE-TELE!”. Nah terus yang gue suka juga tuh kakak-kakak nyiapin drama buat opening dan closing OSKM, dan bagi gue dramanya bagus. Semua unsurnya mengalir dengan professional. Yang paling menyentuh hati pas closing OSKM yang udah jam 6 sore itu diterbangkan banyak lampion yang menyala-nyala. Terus juga diterbangkan seikat balon yang udah kami (3400 mahasiswa baru) tandatangani dan dibawahnya diikatkan kain dengan tulisan Integrasi Untuk Indonesia sebagai motto dari OSKM 2012. Abis itu bukber bareng di lapangan Teknik Sipil dan kak Farhan, Candra, dan kak Lia cerita horror yg ada di ITB maupun Bandung. Anjrot, kalo bukan karena capek banget, gue mungkin gak bisa tidur malem2nya. Yang bikin males tuh si Azam yang suka teriak ditengah-tengah cerita, gue sama Ifa (marmut kecil dari SF) jadi ikutan jerit wkwk, cups banget kita.

Masih banyaaaaaaaaaaak banget yang seru tapi segitu aja deh ya, nanti kalian juga bosen bacanya *sekarang juga udah bosen kali Cha* wkwk. Semoga kekeluargaan yang udah tercipta di Friendzone dan solidaritas sebagai angkatan 2012 tidak akan pernah pudar selamanya. SALAM GANESHA, BAKTI KAMI UNTUKMU; TUHAN, BANGSA, DAN ALMAMATER, MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA!

Anti risau, anti galau, Friendzone cups!
Lampion
We :)
© A Myriad of Words
Maira Gall